Deli Serdang, 7–8 November 2025 — Program Studi S1 Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As-Sunnah Deli Serdang melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) secara daring oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses penilaian mutu akademik dan kelembagaan untuk memperoleh status akreditasi resmi dari BAN-PT.
Asesmen lapangan ini dihadiri oleh dua asesor BAN-PT, yaitu Prof. Dr. Jamal Abdul Aziz, M.Ag. dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, dan Prof. Dr. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keduanya memiliki pengalaman dan saat ini mendudukan peran penting di kampus masing-masing. Asesor menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dan Asesor II menjabar sebagai wakil rektor II UIN Sunan Kalijaga
Acara pembukaan berlangsung pada Jumat pagi (7 November 2025) dan dimoderatori oleh Ust. Andri Rivai, M.E., selaku Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berharga ini serta menegaskan komitmen program studi untuk terus meningkatkan mutu akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua STAI As-Sunnah, Ust. Dori Chandra, M.Sos., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim asesor BAN-PT atas waktu dan perhatian yang diberikan. Beliau juga menegaskan bahwa proses akreditasi ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap capaian dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan STAI As-Sunnah.
Selain Ketua STAI, asesmen juga dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, antara lain Wakil Ketua II bidang Administrasi dan Keuangan, Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan, serta Ketua Pusat Penjaminan Mutu (PPM), Ilham Tumanggor, M.Si.. Masing-masing memberikan paparan dan menjawab pertanyaan asesor terkait sistem penjaminan mutu internal, dukungan terhadap tridharma, serta strategi pengembangan prodi ke depan.
Selama dua hari kegiatan, tim asesor melakukan telaah terhadap berbagai dokumen borang, laporan kinerja, serta bukti dukung yang telah disiapkan oleh tim akreditasi. Asesor juga berdialog dengan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan alumni guna memastikan keterlibatan semua pihak dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah.
Pada penutupan kegiatan, Sabtu (8 November 2025), Ketua STAI As-Sunnah menyampaikan ucapan terima kasih kepada para asesor atas dedikasi dan bimbingan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh catatan dan rekomendasi yang disampaikan akan menjadi pedoman bagi program studi untuk melakukan perbaikan dan penguatan mutu berkelanjutan.
Dalam sesi penyampaian hasil asesmen, tim asesor memberikan rekomendasi konstruktif untuk pengembangan program studi, di antaranya:
Penguatan kerja sama kelembagaan — Asesor menekankan bahwa keberadaan Memorandum of Understanding (MoU) tidak cukup sebatas dokumen formal, namun harus dibuktikan dengan kegiatan nyata dan hasil kerja sama yang terpublikasi, seperti kegiatan penelitian bersama, seminar, atau publikasi ilmiah.
Perluasan jejaring mitra kerja sama; Diharapkan mitra tidak hanya berasal dari lembaga lokal, melainkan juga mencakup institusi nasional dan internasional, termasuk pesantren dan universitas lintas provinsi untuk memperluas kolaborasi riset dan peluang pendanaan.
Penyesuaian beban kerja dosen (BKD); Program studi diminta meninjau kembali penetapan SKS agar sesuai dengan pedoman beban kerja dosen dan memastikan kesetaraan antara kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian; Dosen homebase diharapkan mengikuti roadmap penelitian yang telah ditetapkan program studi serta melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian agar mahasiswa memperoleh pengalaman akademik dan sosial yang lebih luas.
Melalui asesmen lapangan ini, STAI As-Sunnah berharap dapat memperkuat posisi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) sebagai pusat pendidikan yang unggul dalam bidang ekonomi Islam berbasis wahyu dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah administratif untuk memperoleh akreditasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi, pembelajaran, dan sinergi untuk mewujudkan visi STAI As-Sunnah sebagai lembaga pendidikan Islam yang berintegritas, profesional, dan berdaya saing global.



